Investing For Living

Salah satu tujuan investasi adalah untuk mencapai keamanan finansial. Skenario rencana saya adalah sbb *cuma ilustrasi yah*:

financial life plan

Dengan asumsi usia saya mulai berinvestasi adalah 30 tahun, dan saya akan pensiun di usia 55 tahun. Maka saya mulai dengan modal awal 250jt, dan setiap harinya saya menabung 200.000 rupiah ke saham. Asumsi ada 2 bulan saya gagal menabung, maka setidaknya setahun saya masih berhasil menambah modal investasi saya sebesar 60jt.

Saya asumsikan inflasi 5% per tahun. Maka nilai 200.000 per hari itu harus dinaikkan 5% juga setiap tahunnya, shg menjadi 63jt di tahun berikutnya, 66, 69, dst…

Maka di usia saya ke 50, saya telah berhasil menumbuhkan investasi saya dari total perjuangan selama 20 tahun senilai 2,2Milyar menjadi 14Milyar. Amazing bukan?

Di usia 50 – 55 tahun, saya tetap bekerja, namun sudah tidak menambahkan modal investasi. Dan mulai usia 55 tahun saya mulai menarik 1Milyar per tahun, naik 5% setiap tahunnya sesuai inflasi karena saya ingin menurunkan standard living saya. Di usia ke-70, syukur2 saya masih hidup, investasi saya sudah senilai 162Milyar. Kalau saya mati yah saya wariskan saja, setidaknya penerus saya dapat cukup modal untuk mencapai kebebasan financial di usia yg lebih muda daripada saya (55 tahun).

162 Milyar dari total 2,2 Milyar yg diinvestasikan. Luar biasa bukan? Padahal hanya menggunakan yield 15% per tahun. Ilustrasi di atas menurut saya sangat realistis dan mungkin dicapai bahkan oleh investor amatir (minimal modal belajar buku-buku Benjamin Graham, Warren Buffet dan Peter Lynch). Dan jika kinerja investasi saya bisa di atas 15% setahun, atau saya memulai dengan dana 1Milyar… atau kalau saya memulai di usia 20 tahun, maka bisa lebih cepat lagi mencapai kebebasan financial

3 thoughts on “Investing For Living

  1. Betul juga pak, saya masih baru mulai belajar tentang investasi saham melalui buku tentang Buffett, Ben Graham. Saya justru kaget ternyata saham itu adalah kepemilikan bisnis bukan judi seperti yang selama ini saya lihat di media. Kira-kira ada tidak ya grup investor jangka panjang seperti Buffett, Bill Ruane, Charlie Munger dkk hehehe

    • kalau investor pribadi keliatannya kalau udah mendapatkan formula suksesnya, pada beli diam2 dan ga mo banyak ngomong portonya. takut makin susah dpt barang. imho, by nature lebih banyak yg jadi lone player.

      utk reksadana, keliatannya byk yg long term kok

  2. di awal usia kepala 2 ini , insya allah mau start hu , dengan modal yang tentunya untuk mahasiswa biasa hu . hhehe . saya pantau terus masukan-masukan dari suhu , terimakasih untuk ilmunya yang dibagi “for free” . bismillah , do’a kan ya hu . semoga hu juga selalu sukses dunia akhirat . aamiin🙂 :shakehand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s