Ketika Harga Saham Turun

Belakangan ini IHSG jatuh dengan cepat memberi kepanikan bagi sebagian pelaku pasar. Ada yang bingung harus bagaimana, ada yang mau cut loss tapi ga tega, ada yang mo nambah tapi ragu, dst… haha

Image

Nah mumpung lagi weekend, ada waktu luang, running trade tidak jalan, mari kita jernihkan pikiran untuk membahas apa langkah selanjutnya.

Karena ulasan ini bukan spesifik untuk kondisi saat ini saja, namun juga mungkin akan dibaca ketika di masa depan terjadi penurunan harga seperti saat ini, maka faktor situasional seperti naiknya inflasi, naiknya BI Rate, naiknya BBM, capital outflow, dll kita kesampingkan dahulu. Mari kita fokus pada jalan keluar kondisi ini:

  • Ingat kembali tujuan kita berinvestasi, terutama alasan kita membeli saham tertentu. Seringkali alasan kita membeli suatu saham buyar setelah kita masuk pada fase bosan-holding. Jika Anda mengalaminya, saran saya, selalu tulis setiap alasan sebelum mengklik tombol beli
  • Ketika harga jatuh / crash, kembali bandingkan alasan kita membeli dengan situasi saat ini. Apakah prospek perusahaan terganggu. Sejauh tidak terganggu maka kita dapat tidur dengan tenang
  • Jika alasan kita membeli sudah tidak valid di situasi sekarang, cut loss adalah tindakan yang bijak. Sebaliknya jika alasan masih valid dan punya cukup cash, maka membeli lagi di harga diskon juga adalah tindakan bijak. Namun jika tidak punya cash lagi, menunggu dan diam saja juga adalah sebuah pilihan bijak. Jangan memaksakan penggunaan leverage untuk bottom fishing, resikonya terlalu besar.

Nah sebenarnya cukup simpel kan?

Mungkin yang rumit adalah ketika alasan kita membeli tidak cukup “kuat”. Mungkin sekedar ikut-ikutan padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi perusahaan, tapi kita tau bagaimana bersemangatnya teman kita (atau analis) sewaktu membeli atau menyarankan suatu saham, sehingga kita ikut saja. Dan sialnya semangat berapi-api teman kita pudar begitu saja hanya setelah selang 1 minggu. Atau jika ia seorang broker yang mengejar fee, ia dengan berapi-api menyarankan jual saja — karena komisi transaksi yang ia kejar, namun Anda sadar belakangan dan sakit hati untuk cut loss. Ini sering terjadi, terlebih orang Indonesia memiliki kecenderungan ikut-ikutan *herd behaviour* dan enggan untuk menolak rekomendasi seseorang yang dikenal. JIka ini terjadi pada Anda, jadikan ini pecut — pengalaman berharga agar tidak terulang lagi. 

Happy weekend~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s