Ada Apa Dengan Bank Cyprus

shamseddin20130330175120713 Sejak 16 Maret 2013 lalu, bank di Cyprus sudah tutup. Belum ada kejelasan dengan bagaimana nasib tabungan para nasabahnya. Mesin ATM tetap beroperasi sehingga para nasabah masih bisa menarik 500 euros per orang.

Keadaan sesungguhnya adalah bank di Cyprus sudah kekurangan uang akibat kegagalan pinjaman kepada bank di Yunani sebagaimana diketahui pemberi pinjaman Yunani dihadapkan pada haircut 70% dari nilai pegangan mereka. Sebagai akibatnya Cyprus membutuhkan dana bailout 17 billions (17.000.000.000 Euro). Karena Euro merupakan mata uang bersama negara Uni Eropa maka keputusan bailout harus mendapat persetujuan dari negara pemimpinnya (Germany). Jadi Cyprus diminta mencari dana talangannya 5.8 billions sendiri (sisanya baru dibantu).

Di mana bisa mendapat 5.8 billions? Berikut break downnya:

  • Siapapun nasabah dg saldo di bawah 100.000 Euro, diambil 6.75%
  • Yang memiliki uang lebih banyak dari 100.000 Euro, diambil 9.9%
  • Tentu saja protes berlangsung, dan pemerintah menjanjikan yang memiliki saldo tabungan di bawah 20.000 Euro tidak diganggu

Bagaimana bencana financial ini terjadi? Sebenarnya sejak krisis Eropa ini berlangsung, potensi bahwa sesungguhnya banyak bank dari negara-negara Eropa tidak memiliki cukup uang sudah besar. Semua berujung pada posisi asset mereka di negara sumber krisis yaitu Yunani (dkk). Nilai uang mereka sudah hilang akibat haircut 70%.

Salahkah Jerman menolak untuk membailout penuh Cyprus? Protes jalanan di sana memprotes Jerman dan menyalahkan seolah Jerman yang merampok tabungan mereka. Jika dipikir lagi sesungguhnya para banker yang menaruh investasi di tempat salah lah yang sebenarnya melenyapkan uang mereka. Negara lain justru harus membantu mereka membersihkan kekacauan ini.

Kegagalan dalam banking pernah juga dialami di Indonesia. Ingat Krisis Moneter 97-98? Ketika bank salah meletakkan investasinya atau memberi pinjaman pada entitas yang salah dan tidak dapat ditagih lagi, sebenarnya uang tersebut sudah bisa dikatakan hilang. Namun untuk mempertahankan kepercayaan pada sistem bank, tabungan di bank dibuat seolah tidak punya resiko. Caranya dengan adanya badan yang menjamin tabungan tadi (sekarang di Indonesia dengan nama LPS, kalau di US namanya FDIC). Bagi negara Eropa yg memakai mata uang bersama dan tidak bisa mencetak uangnya sendiri, mungkin memang itulah satu-satunya cara Cyprus untuk mendapatkan uang, yaitu memotong langsung dari saldo nasabahnya.

Bagaimana dengan negara yang bisa mencetak uangnya sendiri, seperti Indonesia? Tentu aja dg cetak uang baru. Bahkan tanpa perlu printer dan tinta, cukup dengan ketikan pada komputer mereka dan blizzz… bank yang kekurangan dana akan mendapat kucuran dana. Berbeda dg Cyprus yang nasabahnya kehilangan nilai nominal dari saldo tabungannya, di negara yg bisa mencetak uang sendiri, nasabah tidak akan kehilangan nominalnya. Tabungan 2Milyar, tetap akan dibayar 2Milyar. Namun dibalik itu sama saja, karena uang beredar bertambah terjadi inflasi shg 2Milyar tadi tidak punya nilai (value) sebesar 2Milyar sebelumnya. Cara ini lebih elegan, tidak banyak orang sadar, tidak menghasilkan protes di jalan. Rakyat biasa tidak tau apa yang sedang terjadi. Tau2 saja gaji sekarang walau naik tapi kok semakin cepat habis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s